Aku tak pernah tahu seberapa jauhnya dirimu denganku saat ini . Aku tak pernah bisa mengukur jarak yang terbentang . Terlalu jauh .... jauh . hingga aku hanya bisa melihat siluet titik hitam bayanganmu di ujung ufuk .
Aku tak pernah menyadari betapa bodohnya aku yang berani-beraninya menolak kehadiranmu untuk basuh lukaku. Atau mungkin hanya sekedar mengusap rambutku pelan sambil lirih berbisik "semua akan baik-baik saja". Semua itu tak pernah ku biarkan kau melakukannya untukku meskipun aku tahu kau mulai mendekat pada diriku yang membawa setumpuk luka perih yang ditorehkan oleh bajingan itu . Aku hanya memandangimu,mengagumimu,melihat senyummu yang teduh memandang mataku yang sendu . Aku pikir kau hanya sebuah mimpi yang dikirim Tuhan untuk menghiburku sejenak,tidak . hanya sedetik saja menikmati mimpi ini di saat kedua mataku terpejam . Tapi aku pikir tidak . Kamu nyata . Kamu selalu kembali . kembali . kembali . membawa sesuatu yang kusebut "indah" . Melihat rekahan senyum di bibir manismu . Menghiburku,mengusap air mata yang selalu saja membasahi pipiku . Aku tak pernah bisa mengatakan padamu betapa senangnya aku saat kau datang lagi,lagi,lagi dan lagi membawa "indah". Aku tak pernah bisa mengatakan bahwa "aku baik-baik saja" atau setidaknya mengucap "aku tak akan menangis lagi." karena yang aku tahu semua itu hanya tertahan disini,tepat dibelakang lidahku,tertahan oleh ludah yang sesekali membuncah ingin aku keluarkan semua itu . Tapi sekali lagi aku hanya diam . Menatap indah setiap gerak-gerikmu saat menghiburku.
Tapi suatu ketika kamu mulai tak datang . Hanya sesekali saja tanpa membawa "indah" . Aku hanya diam . Mencoba menerka bahwa mungkin kau bosan karena selama ini yang kulakukan hanyalah diam . Sampai pada akhirnya aku tahu kamu lelah . Bukan lelah untuk menghiburku tetapi lelah untuk meliatku diam . Dan sampai pada akhirnya hal yang paling kutakutkan terjadi . Kau pergi . Jauuuuuuh jaaaauuuh sekali . Kau hanya diam saat kita terakhir bertemu . Tapi aku tahu ini pasti yang kau anggap terbaik . Namun sekali lagi aku hanya diam . Sambil melangkah pergi kutahan air mata busuk ini,kutahan semua kata-kata yang tertaahan di belakang lidahku . Kutahan semuanya. Meski aku merasa sangat kehilangan,tapi aku ingin bertanya pantaskah aku merasa kehilangan dirimu ? . apa kau juga merasa hal yang sama ? Apa kau akan pergi ke tempat lain ? memberikan senyum indahmu pada tempat yang kau kunjungi ? Apa semua akan baik-baik saja ? Apa semua akan sama saja meskipun kau telah pergi ? Apakah aku cukup kuat untuk sendiri |? aku ingin sekali menanyakannya padamu . Namun sekali lagi aku hanya diam sambil membiarkan air mata ini keluar dari tempat persembunyiannya . Aku terdiam sampai aku benar-benar melihatmu menjauh,jauh,pergi,sampai aku tak dapat melihatmu lagi .
Aku tak bisa mengucap "selamat tinggal" untukmu . Aku tak bisa mengatakan padamu betapa menyesalnya aku tak berbalas senyum denganmu . Aku tak mau mengatakan selamat tinggal karena aku yakin kita akan bertemu lagi. Aku janji aku akan menyapa,tersenyum dan berkata "aku baik-baik saja".
Ya,aku baik-baik saja .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar