ehm pertama i wanna say apologies to my lovely blogger karena gue nggak pernah ngurusin ini blogger . i'm so sorry ..
but now.
sedikit curhat .
Gue nggak tahu ini cuma perasaan aja atau memang beneran. tapi yang jelas i feel so DISCARDED !
gue sadar gue nggak pernah bisa main seperti anak remaja normal lainnya . i know. i really realize. kamu tahu bagaimana perasaanmu di saat orang lain meributkan waktu untuk bermain gue cuma bisa bengong ngeliatin . Aku nggak pernah bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh anak remaja usia 17th (almost) .
Talking about boyfriend,hang out with your bestfriend. and anything else .
I feel like in a jail .
tapi semua itu ada alasannya guys . kalian harus tahu itu .
Maaf aku tak bisa terbuka kepada kalian . Tapi sifat burukku yang NGGAK PERCAYATERHADAP ORANG LAIN membuatku tak bisa mengatakan ini semua . and now it's ENOUGH ! I CAN'T HIDING IT'S ALL RIGHT BEHIND MY TEETH AGAIN ! I'M OVER IT !
Selama setahun ini yang terjadi adalah usaha roti ayahku bangkrut . Yang semula aku adalah anak yang kalau minta apapun pasti langsung diturutin berubah menjadi anak yang harus menahan segala rasa itu hanya untuk bisa makan sehari-hari .
NANGIS ?! NGGAK ! BUT THIS IS MAKES ME CRAZY !
Pernah ngebayangin ini terjadi pada diri anda kawan ?
atau memang pernah terjadi pada diri kalian ?
Satu per satu barang yang paling aku senangi hilang,mulai dari camera digital,sampai segalanya .
Yang semula uang sakuku 10rb,sekarang 5rb .
Yang dulu nggak pernah bantuin ortu buat ngurus pekerjaan rumah,sekarang hampir semua bisa ku tangani .
Motor pun tak luput . Motorku sudah hilang . Dan itu membuatku membatasi untuk bermain dan membatasi diri untuk segala aktifitasku di luar rumah .
Aku harus berusaha sebisa mungkin untuk mengirit agar kebutuhan tugas-tugasku terpenuhi .
Apa kalian pernah merasakan hampir tak bisa makan ?
saya pernah .
Lebaran tahun kemarin . Kami tak memegang uang sepeserpun . Can you imagine it ?
di saat semua orang gegap gempita menyambut hari yang indah itu,kami harus menangis karena tak tahu apakah bisa makan atau tidak . Tak punya beras,tak punya uang,apalagi lauk .
Namun,Tuhan itu maha melihat dan mendengar,ada saudara kami yang setidaknya memberi kami beras dan uang 200.000 untuk hidup beberapa hari .
Menangis ? TIDAK .
Aku tak pernah sekalipun menangis atas apa yang sedang Tuhan uji kepada kami .
Aku tetap bersyukur,karena setidaknya masih banyak yang berada jauh dibawah kami .
Hari demi hari kami lalui dengan penuh perjuangan yang B E R A T S E K A L I .
Terkadang aku sedikit menangis melihat anak remaja lain dengan gembiranya bisa pergi dengan teman-teman mereka . Tapi Ibuku bilang "sabar,kita pasti bisa melewati ini semua" aku tahu didalam hatinya jauh lebih sakit daripada diriku . Jadi aku diam.
Kami menanti menanti dan terus menanti . Sampai akhirnya kami harus merelakan harta kami satu-satunya . RUMAH KAMI . Sekarang masih dalam proses penjualan . Tapi yang parahnya tanggal 20 mei apabila kami tak bisa membayar bank,maka rumah kami melayang . Saat ini pun yang kulakukan hanya bisa berdoa supaya bisa laku dengan harga yang kami harapkan .
Ini terasa sangat berat sekali . Hanya untuk sekali ingin rasanya aku menangis,sekencang mungkin .
Tapi aku tak bisa,aku hanya diam yang bisa kulakukan
Sebisa mungkin aku tak menangis dan mencoba ceria bersama teman lain seperti biasa .
Aku tak ingin cerita ini kepada siapapun. Tidak untuk orang yang tak tepat .
Ibuku yang melihatku ceria terus dan tak pernah menangis setidaknya merasa sedikit lega karena anaknya yang dulu bisanya merengek manja sekarang menjadi remaja dewasa yang mengerti arti hidup meski rasanya seperti dipaksa mengerti untuk ukuran seusiaku .
aku L E L A H ...................
-to be continued-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar